Identifikasi Gulma Pada Tanaman Menghasilkan Dan Tanaman Belum Menghasilkan Di Perkebunan Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Di Desa Mega Timur

Authors

  • Zahratul Fhadilla Prodi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Barat
  • Didik Prodi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Barat
  • Bunia Ceri Prodi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Barat

Keywords:

Gulma, Kelapa Sawit, TBM, TM, Vegetasi

Abstract

Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) merupakan salah satu komoditas perkebunan utama yang cukup banyak di Indonesia, salah satu provinsi penyumbang kelapa sawit ialah Kalimantan Barat. Produksi kelapa sawit di Kalimantan Barat dalam kurun waktu 3 tahun terakhir mengalami fluktuasi. Jumlah hasil produksi yang tidak stabil pada tanaman kelapa sawit dipengaruhi oleh beberapa faktor yang menghambat pertumbuhan kelapa sawit salah satunya ialah gulma. Sebelum melakukan pengendalian perlu dilakukan analisis vegetasi gulma untuk dapat menentukan tindakan pengendalian gulma yang tepat. Penelitian ini menggunakan metode kuadrat dengan pengambilan sampel secara purposive sampling. Parameter yang di amati ialah kerapatan, frekuensi, indeks nilai penting (INP), summed dominance ratio (SDR) dan indeks keanekaragaman jenis (H'). Hasil penelitian didapatkan komposisi gulma pada lahan TM terdapat 7 spesies dengan jumlah individu sebanyak 413 dan pada lahan TBM ditemukan sebanyak 10 spesies dengan jumlah 902 individu. Stuktur gulma yang dominan pada lahan kelapa sawit TM adalah Asytasia gangetica dan Nephrolepis cordifolia dimana kedua jenis gulma ini memiliki nilai SDR yang sama yakni 20,8%, sedangkan pada lahan TBM ialah Asystasia gangetica dengan nilai SDR 18,8 %. Indeks keanekaragaman jenis gulma pada perkebunan kelapa sawit TM dan TBM dikategorikan rendah dengan nilai untuk TM ialah -1,79 dan untuk TBM ialah -2,10

Downloads

Published

2025-03-07

Issue

Section

Articles