Efektivitas Pengendalian Lalat Buah (Bactrocera sp.) Berbahan Limbah Nabati Pada Pertanaman Pepaya California (Carica papaya L.) Di Desa Siantan Hilir

Authors

  • Neta Kartika Prodi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Nahdlatu Ulama Kalimantan Barat
  • Bunia Ceri Prodi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Barat
  • Riko Prasetyo Prodi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Barat
  • Didik Prodi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Barat
  • Sulistia Ningsih Prodi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Keywords:

Lalat buah, Limbah Nabati, Pengelolaan Hama, Pepaya, Perangkap

Abstract

Pepaya (Carica papaya L.) termasuk komoditas hortikultura yang memiliki prospek pengembangan yang sangat baik di Kalimantan Barat dan setiap tahunnya harus memaksimalkan produksi agar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hama yang berpotensi menimbulkan kerusakan dan kerugian adalah lalat buah. Pengendalian dapat dilakukan untuk mengurangi serangan dari lalat buah, seperti penggunaan limbah organik seperti buah-buahan yang busuk dapat diolah kembali menjadi pestisida nabati yang ramah lingkungan. Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 6 kali, sehingga terdapat 24 perangkap atraktan yang dipasang di lokasi penelitian. Rancangan penelitian sebagai berikut, K: Kontrol (Tanpa atraktan), P: 4 ml Limbah Nabati Pepaya california (Carica papaya L.), J: 4 ml Limbah Nabati Jeruk siam pontianak (Citrus nobilis var. Microcarpa), M: 4 ml Limbah Nabati Mangga harum manis (Mangifera indica L.). Data dianalisis dengan ANOVA  di uji lanjut DMRT pada taraf 5% dan uji Regresi Linear Sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tangkapan lalat buah paling banyak terdapat pada perlakuan ekstrak limbah mangga harum manis yaitu 57 ekor, sedangkan tangkapan lalat buah paling sedikit terdapat pada perlakuan ekstrak jeruk siam Pontianak yaitu 12 ekor. Jenis lalat buah yang terperangkap adalah B. dorsalis, B. carambolae, dan B. cucurbitae dengan jumlah tangkapan terbanyak terdapat pada spesies B. dorsalis. Hasil pengamatan dilapangan, perlakuan ekstrak limbah buah (zat pemikat protein) dapat meningkatkan ketertarikan lalat buah betina dibandingkan lalat buah jantan. Curah hujan memiliki persentase pengaruh konstribusi  sebesar 26,9% dan 73,1% lainnya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain.

Downloads

Published

2025-03-07

Issue

Section

Articles

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.