Identifikasi Alat Penangkapan Ikan Ramah Lingkungan Berbasis Code Of Conduct Responsible Fisheries (CCRF) Di Pelabuhan Perikanan Kecamatan Teluk Batang

Penulis

  • Muhammad Hamdi Ramdan Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Barat
  • Dahlia Wulansari Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Barat
  • Gigih Budhiawan Pangestu Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Barat
  • Widya Rahayu Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Barat
  • Yogo Tri Saloko Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Barat

Abstrak

Aktivitas penangkapan ikan oleh nelayan skala kecil di Kecamatan Teluk Batang sebagian besar masih menggunakan alat tradisional. Namun, masih ditemukan penggunaan alat tangkap yang merusak seperti trawl dasar dan jaring berkantong kecil, yang berisiko menyebabkan overfishing dan merusak ekosistem laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis alat tangkap ramah lingkungan berbasis CCRF serta persentase penggunaannya oleh nelayan di Kecamatan Teluk Batang. Penelitian dilaksanakan pada 13 –18 Juni 2025 dengan metode teknik total sampling. Analisis dilakukan berdasarkan sembilan kriteria alat tangkap ramah lingkungan menurut FAO (1995). Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat tangkap yang digunakan oleh nelayan terdiri dari mini trawl yang dikategorikan sebagai kurang ramah lingkungan dengan nilai rata-rata 20,8 dan digunakan oleh 5 orang nelayan (16,7%). Sementara itu, alat tangkap yang tergolong ramah lingkungan yaitu, bubu lipat dengan nilai rata-rata 31,8, dan jaring insang hanyut dengan nilai rata-rata 28,25 yang digunakan oleh 25 orang nelayan (83,3%).

Referensi

Arianti, V.N., Farid, A., Zainuri, M., & Soecahyo, D. (6 Desember 2023). Analisis Hasil Tangkapan dan Tingkat Keramahan Lingkungan Alat Tangkap Jaring Insang Hanyut di Perairan Pasongsongan [prosiding]. Seminar Nasional Humanity High Technology, 2(1), 662 – 669.

Atikasari, M. (2021). Studi tingkat keramahan lingkungan alat tangkap di pesisir Desa Kranji Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur (Doctoral dissertation, UIN Sunan Ampel Surabaya).

Badan Pusat Statistik Kabupaten Kayong Utara. (2021). Kecamatan Teluk Batang dalam Angka 2021. BPS Kabupaten Kayong Utara.

Bayyinah, A. A., & Devi, N. (2021). Status Alat Tangkap Trawl (Arad) dan Pengaruhnya Terhadap Alat Tangkap Lain yang Dioperasikan di Cirebon. Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan, 5(1), 25-34.

FAO [Food and Agriculture Organisation]. 1995. Code of Conduct for Responsible Fisheries Rome.45 hlm.

Firdaus I, Aristi DPF, Sardiyatmo, Faik K. 2017. Analisis Alat Penangkap Ikan Berbasis Code of Conduct for Responsible Fisheries (CCRF) di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tawang, Kendal. Saintek Perikanan 13 (1): 65-74.

Kementerian Kelautan dan Perikanan. (2014). Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 20/PERMEN-KP/2014 tentang organisasi dan tata kerja Unit Pelaksana Teknis Pelabuhan Perikanan. Jakarta, Indonesia: Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Kurohman F, Shasa C, Azis NB. 2018. Studi Kasus Penangkapan Ikan yang Ramah Lingkungan di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Celong, Kabupaten Batang. Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology (IJFST) 14 (1): 63-69.

Najamuddin. 2004. Kajian Pemanfaatan Sumberdaya Ikan Layang (Decapterus spp) Berkelanjutan di Perairan Selat Makassar. Disertasi. Program Studi Ilmu Pertanian Program Pasca Sarjana. UNHAS Makassar.

Nisak, K., Noor, M. T., & Saraswati, E. (2025). Tingkat Keramahan Lingkungan Alat Tangkap Bubu Lipat di Kelompok Nelayan Sakera Desa Kramat Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan Jawa Timur. Manfish: Jurnal Ilmiah Perikanan dan Peternakan, 3(1), 272-289.

Noviyanti R. 2017. Adaptasi Alat Tangkap Ramah Lingkungan oleh Kelompok Nelayan di Kawasan PPN Karangantu, Teluk Banten. Makalah Seminar Nasional Perikanan Tangkap. IPB.

Prajaputra, V., Isnaini, N. And Miraza, A. (2023) ‘Identifikasi Alat Tangkap Perikanan Ramah Lingkungan di Pelabuhan Perikanan Samudera Lampulo, Banda Aceh’, Jurnal Akuatiklestari, 6, Pp. 187–194.

Saputri, E. A., Anadi, L., & Alimina, N. (2021). Efektivitas Alat Tangkap Bubu Terhadap Hasil Tangkapan Serranidae Berdasarkan Jenis Umpan dan Waktu Hauling di Konawe Selatan. JSIPi (Journal of Fishery Science and Innovation), 5(1), 17-24.

Sima, A.M. (2014). Identifikasi alat tangkap ikan ramah lingkungan di Desa bagan Asahan Kecamatan Tanjung Balai. [Disertasi]. Universitas Sumatera Utara. Medan.

Subehi, S., Boesono, H., & Dewi, D. A. N. N. (2017). Analisis alat penangkap ikan ramah lingkungan berbasis code of conduct for responsible fisheries (CCRF) di TPI Kedung Malang Jepara. Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology, 6(4), 01-20.

Sugiyono. (2004). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Surbakti, J.A. (2022) ‘Identifikasi Alat Penangkapan Ikan Ramah Lingkungan di Wilayah Perairan Kabupaten Sabu Raijua’, Jurnal Vokasi Ilmu-Ilmu Perikanan (Jvip), 1(2), Pp. 56–52.

Sugiyono. (2007). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Diterbitkan

2026-03-31

Cara Mengutip

Ramdan, M. H., Wulansari, D., Pangestu, G. B., Rahayu, W., & Saloko, Y. T. (2026). Identifikasi Alat Penangkapan Ikan Ramah Lingkungan Berbasis Code Of Conduct Responsible Fisheries (CCRF) Di Pelabuhan Perikanan Kecamatan Teluk Batang. Jurnal Riset Ilmu Pertanian Dan Ekonomi, 5(1), 19–26. Diambil dari https://journal.unukalbar.ac.id/index.php/journal-ripe/article/view/292

Terbitan

Bagian

Articles