Analisis Nilai Tambah Produk Olahan Nanas di Kecamatan Sungai Pinyuh Kabupaten Mempawah (Studi Kasus Usaha Galang Sari Desa Galang)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi proses selai, dodol, dan sirup yang ada di daerah penelitian serta ingin megetahui seberapa besar nilai tambah (value added) produk selai, dodol, sirup untuk membandingkan nilai tambah antara hasil nilai usaha pengolahan nanas menjadi selai, dodol, sirup di daerah penelitian. Jenis penelitian ini yaitu penelitian deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data responden menggunakan kuesioner, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Lokasi penelitian dilakukan secara “purposive” (disengaja), yaitu di Desa Galang Kecamatan Sungai Pinyuh Kabupaten Mempawah. Sampel penelitan ini sebanyak 1 orang pengusaha Galang Sari. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampling jenuh. Analisis data yang digunakan adalah analisis data deskriptif dan metode hayami. Adapun hasil penelitian diperoleh ialah nilai tambah yang diperoleh dari pengolahan nanas menjadi selai adalah Rp 8.208 per Kg produksi dengan rasio nilai tambah terhadap nilai outputnya sebesar 39,40 persen. Nilai tambah (value added) yang diperoleh dari pengolahan nanas menjadi dodol adalah Rp 4.148 per Kg produksi dengan rasio nilai tambah terhadap nilai outputnya sebesar 24,89 persen. Dan nilai tambah (value added) yang diperoleh dari pengolahan nanas menjadi sirup adalah Rp 2.543 per Kg produksi dengan rasio nilai tambah terhadap nilai outputnya sebesar 16,96 persen. Nilai tambah yang dihasilkan dari pengeolahan nanas menjadi selai nanas jauh lebih tinggi yaitu sebesar Rp 8.208 per Kg produksi dibandingkan dengan nilai tambah yang diperoleh dari pengolahan nanas menjadi dodol yaitu Rp 4.148 per bulan dan sirup yaitu Rp 2.543 per Kg produksi.