Analisis Pendapatan Usahatani Kopi Di Kabupaten Kayong Utara (Studi Kasus: Desa Podorukun Kecamatan Seponti Kabupaten Kayong Utara)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan tentang pendapatan usahatani kopi liberika melalui proses kering dan proses basah. Sampel dari penelitian adalah 30 orang petani kopi yang ada di Desa Podorukun Kecamatan Seponti Kabupaten Kayong Utara. Metode pengumpulan data melalui wawancara dan kuisioner, selanjutnya jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Hal ini disebabkan karena proses kering tahapannya lebih sedikit dan harga jualnya juga lebih tinggi sehingga mempengaruhi pada penggunaan biaya dan pendapatan petani sedangkan pada proses basah tahapanya lebih banyak dan harga jualnya relatif lebih rendah sehingga mempengaruhi penggunaan biaya dan pendapatan petani. Rata-rata penerimaan petani kopi proses kering sebesar Rp 10.383.654 dan penerimaan petani kopi proses basah sebesar Rp 2.500.000, rata-rata pendapatan petani kopi proses kering sebesar Rp 8.401.006 dan rata-rata pendapatan petani kopi proses basah sebesar Rp 874.865. BEP produksi kopi proses kering sebesar 34 dan BEP produksi kopi proses basah sebesar 325, BEP harga kopi proses kering sebesar Rp 17.387 dan BEP kopi proses basah sebesar Rp 3.309. RCR kopi proses kering 5, dan RCR kopi proses basah 2, usahatani kopi di Desa Podorukun Kecamatan Seponti Kabupaten Kayong Utara menguntungkan dan layak untuk dilanjutkan.